tanggal 14 juni besok kelas 1 pa 12 akan menampilkan bakat masing-masing. saya sebgai bagian dari pa 12 juga pastinya akan menampilkan bakat yang saya miliki. sebenrnya sulit menemukan atau mencari bakat yang saya miliki namun setelah saya pikir mungkin saya memang memiliki bakat memasak. karena saya sendiri hobi makan maka saya harusnya bisa memasak.
pada kesempatan kali ini saya akan memasak yang sederhana saja yaitu membuat kue kacng. tidak sulit untuk membuat kue ini krena hanya membutuhkan sedikit bahan dan waktu yang relatif singkat. pertama saya persiapkan bahan-bahanny yaitu seperti selai kacang terigu telor dan lain sebgainya. lalu saya persiapkan alat-alatny seperti oven dll. setelah semuanya tersedia secra lengkap maka saya memulai membuatnya.
Senin, 08 Juni 2015
Jumat, 24 April 2015
Potensi Diri
Potensi
diri merupakan
kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang
dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara
maksimal.
Secara umum,
potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
- Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
- Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
- Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.
Menurut "Howard
Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai
berikut:
- Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
- Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
- Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
- Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
- Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
- Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
- Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.
- Intelegensi naturalis, kemampuan
Ada
empat kunci utama agar Anda mampu mengeluarkan bakat Anda yang masih tersimpan
dalam diri Anda. Empat kunci itu antara lain :
1. Keahlian
Keahlian
adalah segala sesuatu dimana Anda dapat mempelajari dan mengerjakannya dengan
mudah. Lalu, apakah Anda merasakan bahwa Anda mengalami kemudahan dalam
mempelajari dan mengerjakan suatu hal? Atau Anda mampu mengerjakan sesuatu di
atas rata-rata orang lain dalam mengerjakan dan menyelesaikannya? Atau bahkan
Anda mampu memperhitungkan segala sesuatu dengan lebih cepat dari kebanyakan
manusia lainnya? Maka, bisa jadi itulah potensi yang ada dalam diri Anda, dan
Anda harus lebih menggalinya serta menekuni sesuatu yang bisa Anda selesaikan
serta perhitungkan lebih cepat di atas rata-rata orang lain. Kemudian
pikirkanlah semua itu agar Anda mampu memastikan bahwa itulah sesungguhnya
bakat Anda
2. Ketertarikan
Ketertarikan
adalah keinginan hati untuk lebih dapat mengetahui dan mempelajari akan sesuatu
hal. Jika Anda memiliki keinginan yang kuat terhadap sesuatu hal, maka
perhatikanlah bahwa itu bisa menandakan bahwa potensi dan bakat Anda mengarah
kesana. Terkadang ketertarikan akan sesuatu hal di atas rata-rata keinginan
kita yang lainnya, bisa menjadi petunjuk bahwa ada potensi dan bakat dalam diri
kita terhadap hal itu. Dan hal itu tidak semata-mata ambisi atau hobi belaka,
karena disanalah naluri kita bekerja. Sehingga dengan ketertarikan itu, bisa
lebih mengembangkan keingintahuan kita serta berusaha mempelajarinya lebih
dalam. Dengan demikian ketertarikan Anda pada suatu hal bisa mengarahkan Anda
pada potensi dan bakat sesungguhnya yang Anda miliki.
3. Kepuasan
Kepuasan
adalah perasaan jiwa dimana kita merasakan adanya kegembiraan, kesenangan,
ketenangan dan kenyamanan pada saat melakukan suatu hal. Perhatikan dengan
baik, kegiatan apakah yang membuat Anda merasa betah berlama-lama atau merasa
tidak ingin melepaskan kegiatan itu? Sebagai contoh, banyak orang yang betah
berlama-lama dengan sebuah komputer, kendaraan, kerajinan tangan, olahraga dan
kegiatan lainnya. Di saat Anda merasakan kepuasan dan kenyamanan dari kegiatan
tersebut, maka bisa jadi pertanda potensi dan bakat Anda adalah disana. Maka Anda
harus lebih mencermati dan memperhatikan hal-hal yang bisa membuat Anda
merasakan kepuasan atau kenyamanan saat melakukannya. Kepuasan dan kenyamanan
itu akan membawa Anda pada potensi dan bakat Anda sesungguhnya.
4. Kebiasaan
Kebiasaan
adalah segala sesuatu yang biasa kita lakukan dan menjadi rutinitas dalam
kegiatan, tingkah laku, perbuatan dan sikap kita sehari-hari. Apakah
orang-orang di sekitar Anda merasa tertarik dengan Anda? Atau apa yang membuat
mereka ingin selalu dekat dengan Anda? Bila ada sesuatu hal yang membuat mereka
ingin selalu dekat dengan Anda atau mereka merasa tertarik dengan sikap Anda
atau bahkan mereka merasa nyaman dengan perilaku Anda, maka perhatikan apa yang
telah Anda lakukan! Misalnya saja, Anda mampu memberikan solusi dalam kegiatan
menajemen perusahaan, sehingga rekan Anda merasa membutuhkan atau tertarik pada
Anda, maka disanalah potensi dan bakat Anda bisa dimaksimalkan. Bila Anda mampu
membuat orang lain tertarik dengan hasil karya Anda, maka perdalam ia. Bisa
jadi disanalah bakat Anda akan muncul. Dan masih banyak lagi kebiasaan kita
yang bisa membuat orang tertarik atau ingin merasa dekat dengan kita. Jika Anda
termasuk dalam kategori seperti orang dimaksud, maka tetaplah pada kebiasaan
Anda dan maksimalkan kebiasaan yang membuat orang lain tertarik pada Anda.
Empat
kunci utama untuk mengenali potensi dan bakat yang terpendam dalam diri Anda
tersebut, akan menjadi suatu keberhasilan dan Anda akan menemukan bakat Anda
yang sesungguhnya, apabila Anda benar-benar bekerja keras untuk memaksimalkan
bakat tersebut. Bakat yang tidak diasah, akan menjadikannya sebuah potensi yang
tidak akan membawa banyak manfaat kepada Anda. Namun jika Anda mampu menggali,
mengasah dan menekuni potensi dan bakat Anda, maka ia akan menjadi perantara
menuju keberhasilan Anda.
Rabu, 15 April 2015
Bakat dan Kreativitas
Bakat dan kreativitas merupakan dua
hal berbeda namun saling berkaitan.
Bakat adalah kemampuan
bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk
mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus.
Bakat baru
muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin
saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya.
Ada beberapa
pendapat tentang bakat, antara lain:
1) Bakat adalah kemampuan tertentu yang
telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai
dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam
hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan,
yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu”.
2) Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat
adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan
melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”
3) Menurut Syah Muhibbin (1999:136)
mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas
tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
4) Menurut Guilford bakat adalah kecakapan
yang dimiliki seseorang sejak lahir untuk melakukan sesuatu.
5) Menurut Sukardi bakat adalah kualitas
yang dimiliki individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang dimasa yang
akan datang.
Kreativitas
1) James R Evan menyatakan kreativitas
adalah keterampilan untuk membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih
konsep yang telah ada dalam pikiran. Setiap kreasi merupakan kombinasi baru
dari ide-ide dan produk yang inovatif dan seni dalam pemenuhan kebutuhan
manusia.
2) Michael A.West menyatakan bahwa
kreativitas merupakan penyatuan pengetahuan berbagai bidang pengalaman yang
berlainan untuk menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik. Kreativitas
melibatkan kita dalam penemuan-penemuan terus-menerus cara baru dan baik dalam
mengerjakan berbagai hal. Kreativitas terkait dengan penggunaan berbagai
potensi yang dimiliki, baik pengetahuan, intuisi maupun imajinasi sedemikian
rupa sehingga dapat menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik dan bermanfaat.
3) David Campbell, Ph.D menyatakan bahwa
kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil dengan kandungan ciri:
(1) Inovatif : belum pernah ada, segar, menarik,
aneh, mengejutkan dan teobosan baru.
(2) Berguna : lebih enak, lebih baik, lebih
praktis, mempermudah, mendorong, memecahkan masalah, mengurangi hambatan.
(3) Dapat dimengerti : hasil yang sama dapat
dibuat pada waktu yang lain.
4) Rawlinson (1979:9) mengemukakan
Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu gagasan baru
maupun karya nyata baru yang merupakan kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada
sehingga relatif berbeda dengan yang telah ada. Kreativitas dan bakat sangat
dibutuhkan individu untuk bisa melewati seleksi alam. Perpaduan keduanya juga
sangat diperlukan untuk menghasilkan produk kreativitas yang bermanfaat.
sumber : http://triwahyuo.blogspot.com/2013/12/makalah-psikologi-pendidikan_10.html
Senin, 13 April 2015
CUCU MANTAN PRESIDEN YANG JAGO MATEMATIKA
AGASHA KAREEF RATAM
Tak hanya sosok mungilnya yang diwarisi dari sang
kakek, mantan presiden BJ Habibie. Kecerdasan sang pakar teknologi
dirgantara itupun menurun pada Agasha. Bahkan, siswa kelas 1 SMP Al-
Izhar Jakarta telah 3 kali mewakili Indonesia dalam kompetisi matematika
anak internasional. Yang terakhir, di International Mathematical Contest 2011 di Rm. Valcea, Romania. Tahun lalu, iapun mewakili Indonesia di kompetisi matematika internasional untuk siswa SD dan SMP Primary Mathematics World Contest Ke-13
di Po Leung Keuk, Hong Kong, Juli 2010. Agasha yang lulus SD Al-Izhar
Pondok Labu, Jakarta,tahun lalu berhasil meraih medali emas di Romania.
Sedangkan dari kompetisi di Hong Kong, ia memperoleh medali perak untuk
perorangan dan emas untuk beregu . Sebelumnya, Agasha mengikuti
kompetisi serupa di India dan Filipina.
Lulusan terbaik SD Al-Izhar Jakarta tahun 2010 ini lahir di Boston, Amerika Serikat tanggal 21 November 1997. Tak beda denngan anak sebayanya,Agasha juga suka membaca komik dan bermain. Bahkan menurut sang ibu, Ashoya Ratam, anak tunggalnya suka bermain playstation di rumah. Anak cerdas ini bahkan tidak mengikuti les tambahan apapun. Agasha mengaku, ia lebih suka belajar sendiri dengan cara membaca banyak buku, seperti pesan kakeknya.
(MGH/Foto:www.okezone.com)
Lulusan terbaik SD Al-Izhar Jakarta tahun 2010 ini lahir di Boston, Amerika Serikat tanggal 21 November 1997. Tak beda denngan anak sebayanya,Agasha juga suka membaca komik dan bermain. Bahkan menurut sang ibu, Ashoya Ratam, anak tunggalnya suka bermain playstation di rumah. Anak cerdas ini bahkan tidak mengikuti les tambahan apapun. Agasha mengaku, ia lebih suka belajar sendiri dengan cara membaca banyak buku, seperti pesan kakeknya.
(MGH/Foto:www.okezone.com)
http://serabi-indonesia.blogspot.com/2011/06/agasha-kareef-ratam-cucu-mantan.html
Kamis, 19 Maret 2015
Psikologi Umum 2 - Proses sensasi-persepsi pada manusia
1.
Proses sensasi-persepsi pada manusia
Sensasi adalah
tahap pertama stimuli mengenai indra kita. Sensasi berasal dari kata “sense”
yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan
lingkungannya. Menurut Dennis Coon, “Sensasi adalah pengalaman elementer yang
segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan
terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.”
Definisi sensasi,
fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting.
Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Informasi dari dalam diindera
oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri
diindera oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular). Informasi yang kita terima
akan dikirim dalam bentuk mentah ke dalam otak dan akan diolah menjadi
persepsi.
Sensasi pada
dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam
bahasa inggrisnya sensation, berasal dari kaca latin, sensatus, yang artinya dianugerahi
dengan indra, atau intelek. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai
aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti
temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat.sebuah sensasi
dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan
spontan.
Ø Proses sensasi
Sistem saraf
mengubah pesan pesan menjadi kode salah satu kode yaitu kode anatomis. Pertama
kali diperkenalkan pada 1826 oleh seorang ahli fisiologi Johannes muller sebagai
doktrin energy syaraf spesifik. Menurut doktrin,berbagai modalitas sensorik
yang berbeda muncul karena sinyal yang diterima oleh organ indera merangsang
beragam jalan syaraf yang menuju area otak yang beragam pula. Sinyal dari mata
menyebabkan impils berjalan sepanjang saraf optik,menuju ke korteks
visual.sinyal dari telinga. Sinyal dari telinga menyebabkan impuls berjalan
dari saraf auditoris menuju ke korteks auditoris. Gelombang cahaya dan suara
menghasilkan sensasi berbeda karena adanya perbedaan anatomi ini.
Persepsi adalah
pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan
makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli). Sensasi adalah bagian dari
persepsi. Persepsi, seperti juga sensasi ditentukan oleh faktor personal dan
faktor situasional. Faktor lainnya yang memengaruhi persepsi, yakni perhatian.
Persepsi merupakan
konsep yang sangat penting dalam psikologi. Melalui persepsilah manusia memandang
dunianya. Apakah dunia terlihat berwarna,cerah, pucat, atau hitam, semuanya
adalah persepsi manusia yang bersangkutan.Persepsi merupakan proses
menerjemahkan sensasi dan membuat suatu informasi menjadi lebih bermakna. Manusia
sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat
perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya
perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi
suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut.
Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan
persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan
penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.
Dari segi
psikologi dikatakan bahwa tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia
memandang. Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponan utama berikut:
1. Seleksi adalah proses
penyaringan oleh indra terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya
dapat banyak atau sedikit.
2. Interprestasi, yaitu proses mengorganisasikan
informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interprestasi dipengaruhi
oleh berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu, sistem nilai yang dianut,
motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interprestasi juga bergantung pada
kemampuan seseorang untuk mengadakan pengkatagoriaan informasi yang kompleks
menjadi sarjana.
3. Interprestasi dan persepsi
kemudian ditrjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai rekasi (Depdikbud,
1985), dalam Soelaeman, 1987). Jadi, proses persepsi adalah melakukan seleksi,
interprestasi, dan pembulatan terhadap informasi yang sampai.
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
Faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal
dan Faktor Eksternal.
1.
Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang
terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
Fisiologis.
Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini
akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap
lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang
berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
Perhatian.
Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau
memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek.
Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga
berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
Minat. Persepsi
terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau
perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance
merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus
atau dapat dikatakan sebagai minat.
Kebutuhan yang
searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu
mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan
dirinya.
Pengalaman dan ingatan. Pengalaman
dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat
kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
Suasana hati.
Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana
perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam
menerima, bereaksi dan mengingat.
2.
Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari
linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya.
a.
Primary Effect : Pentingnya Kesan Pertama
Kesan pertama merupakan faktor
penting dalam proses persepsi manusia. Setiap orang dari kita pasti memiliki
hari yang baik dan hari yang buruk dalam kehidupan kita, bahkan faktor baik dan
buruk tersebut dapat mempengaruhi persepsi oranglain terhadap kita. Apakah
ketika kita membuat kesan pertama kita pada hari yang baik atau yang buruk.
b.
Proximity (kedekatan geografis)
Ini merupakan
sebuah hal penting, namun tidak romantis yang menyebabkan ketertarikan.
Sangatlah susah untuk jatuh cinta dengan seseroang yang jarang kita temui.
Kedekatan fisik dan interpersonal yang dihasilkan sangat penting untuk
perkembangan ketertarikan. Sebagai contoh : kamu akan lebih ramah dengan
tetangga yang tinggal dekatmu daripada oranglain yang tinggal ditempat yang
jauh darimu. Hal ini dikarenakan Proximity meningkatkan ketertarikan, dan
pertemuan yang berulang-ulang terhadap seseorang akan meningkatkan rasa suka
kita (Zajonc,1968).
c.
Mutual liking
Manusia akan lebih
tertarik pada orang yang menyukainya daripada orang yang tidak. Menyukai
seseorang biasanya akan mengarah pada balasan perasaan yang sama. Mengapa
demikian? Alasan pertamanya adalah ketika kita menyukai seseorang, kita akan
terlihat lebih menarik secara fisik, khususnya apabila ada sedikit nafsu di
dalamnya. Banyak orang yang berkata bahwa jatuh cinta membuat kamu terlihat
lebih cantik dan itu benar. Matamu akan lebih menarik, pupil mata akan lebih
terbuka ketika kamu melihat seseorang yang kamu anggap menarik secara seksual,
dan orang lain akan melihat bahwa pupil yang terbuka sangat menarik secara
seksual. Selain itu postur dan gerakan tubuh akan lebih menarik juga. Dengan
kata lain, kamu akan lebih memikat secara fisik ketika kamu tertarik
3. Proses Sensasi Menjadi Persepsi
(Plotnik,2005)
1) Stimulus yang berupa cahaya,
suara,suhu
2) Transductive -> sinyal listrik
-> implus syaraf. alah proses dimana panca indera merubah energy fisik ke
sinyal-sinyal listrik yang kemudian menjadi implus syaraf dan diteruskan ke
otak untuk diproses.
3) Brain : Primary Areas -> ialah
implus syaraf yang menjadi sensasi
4) Brain : Association Areas ->
ialah sensasi yang diubah menjadi image yang bermakna (persepsi)
5) Personalized perception ialah
pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatan personal akan menambah persepsi
kita.
Oleh karena itu persepsi bisa tidak
mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atau terdistorsi.
Daftar pustaka: http://ocw.upj.ac.id/files/Slide-PSI-103-Psikologi-Umum-II-Sensasi-dan-Persepsi.pdf
Selasa, 17 Maret 2015
Kondisi Pendidian di Indonesia Dari Tinjauan Psikologis
Kondisi
Pendidian di Indonesia Dari Tinjauan Psikologis
Pendidikan adalah
tonggak kemajuan bangsa yang paling penting dan utama. Menjadi bangsa yang maju
tentu merupakan cita-cita yang ingin di capai oleh setiap negara di dunia.
Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju tidaknya suatu negara di pengaruhi
oleh faktor pendidikan. Pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus
bangsa yang berkualitas. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang di dunia
yang masih mempunyai masalah besar dalam dunia pendidikan. Kita mempunyai
tujuan bernegara ”mencerdaskan kehidupan bangsa” yang seharusnya jadi sumbu
perkembangan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa. Yang kita rasakan
sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Rendahnya mutu
pendidikan menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan
keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Banyak faktor dan
masalah yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak bisa berkembang,
diantaranya:
(1). Mahalnya
biaya pendidikan.
Pendidikan di Indonesia
menjadi sulit bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mayoritas
penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan mengakibatkan
terbengkalai nya mereka dalam hal pendidikan. Selain kemauan mereka yang tidak
pernah tumbuh dan sadar akan pendidikan, faktor ekonomi menjadi alasan
utama mereka untuk tidak menyentuh dunia
pendidikan.
(2). Fasilitas
pendidikan yang kurang memadai
Yang menjadi
permasalahan pendidikan di Indonesia adalah fasilitas pendidikan yang masih
kurang memadai. Banyak sekolah-sekolah yang bangunannya sudah hampir rubuh,
tidak memiliki fasilitas penunjang seperti meja belajar, buku, perlengkapan
teknogologi, dan alat-alat penunjang lainnya yang menyebabkan pendidikan tidak dapat
berkembang secara optimal
(3). Rendahnya
kesempatan pemerataan pendidikan
Perhatian yang
diberikan pemerintah dalam hal pendidikan di kota dan di desa sangatlah
berbeda. Pemerintah yang lebih menaruh perhatian pada pendidikan di perkotaan
membuat kualitas pendidikan di perkotaan dan di pedesaan menjadi timpang. Salah
satu contohnya ialah dalam masalah kesejahteraan guru. Gaji guru di desa jauh
lebih rendah dibading gaji guru di kota. Hal ini menyebabkan banyak guru yang
lebih memilih bekerja di kota daripada di desa. Alhasil kualitas guru di kota
lebih baik dibanding guru di desa. Selain masalah kesejahteraan guru, juga
terdapat ketimpangan dalam hal bantuan untuk fasilatas pendidikan, dan banyak
hal lainnya. Maka tidak heran apabila kualitas pendidikan di Indonesia masih
belum merata dimana kualitas pendidikan di kota lebih baik daripada di desa.
Selain
persoalan-persoalan umum di atas faktor pendukung maju tidaknya pendidikan di
indonesia antara lain :
1.
Peran
Orang tua dalam Pendidikan
Orang
tua atau keluarga adalah lembaga sosial resmi yang terbentuk setelah adanya
suatu perkawinan. Pendidikan dalam keluarga di dasarkan atas prinsip cinta dan
kasih sayang. Karena dengan inilah yang akan menjadi kekuatan untuk mendorong
orang tua agar tidak bosan membimbing dan memberikan pertolongan yang di
butuhkan anaknya. Oleh karenanya keluarga disebut sebagai primary
community yaitu sebagai lingkungan
pendidikan yang pertama dan utama. (Alisuf Sabri, 1999:14-15).
Orang tua atau keluarga
adalah institusi yang sangat berperan dalam rangka melakukan sosialisasi,
bahkan internalisasi, nilai-nilai pendidikan. keluarga merupakan tempat
pertumbuhan anak yang pertama. Keluarga mempunyai peranan besar dalam
pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan
masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan
personil-personilnya.
Karena itulah, peran
keluarga dalam hal ini begitu berarti. Bahkan bisa dikatakan bahwa tanpa
keluarga, nilai-nilai pengetahuan yang didapatkan di pendidikan formal tidak
akan ada artinya sama sekali. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan
pendidikan pertama, karena dalam keluarga inilah anak memperoleh pendidikan dan
bimbingan. Oleh karena itu lingkungan keluarga bertanggung jawab terhadap
pembentukan waktu dan pertumbuhan jasmani anak.
2.
Peran
Masyarakat dalam Pendidikan
Saat
ini masyarakat berperan sebagai fasilitator dalam menunjang pelaksanaan
pendidikan nasional, ikut serta dalam menyelenggarakan pendidikan swasta,
membantu pengadaan tenaga, saran dan prasarana serta membantu mengembangkan
profesi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara
psikologis masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan, hal
ini dapat diketahui dari masyarakat itu sendiri yang merupakan makhluk sosial
yang tidak mungkin dapat hidup tanpa orang lain.
Secara
konseptual tanggung jawab masyarakat, antara lain: mengawasi jalannya nilai sosio
budaya, menyalurkan aspirasi masyarakat, membina dan meningkatkan kualitas
keluarga. Hak dan kewajiban masyarakat juga sudah diatur dalam Undang-undang
Nomor 20 tahun 2003, pasal 8 dan 9
tentang sistem pendidikan Nasional.
Rabu, 11 Maret 2015
Pentingnya dan Manfaat Pengenalan Bakat
Pengenalan dan
pengukuran potensi diri sangat diperlukan bagi seorang . Pengertian diri adalah
keseluruhan dari self maupun ego yang ada pada diri dan kepribadian. Sedangkan
potensi adalah kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh
seseorang namun belum dipergunakan secara maksimal.
Jadi Pengenalan dan
pengukuran potensi diri adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengetahui
kemampuan, kekuatan dan daya yang ada pada diri dengan menggunakan cara,
metode, dan alat ukur atau instrument tertentu dengan aturan/tolok ukur atau
karakteristik tertentu. Adapun tujuan dari pengenalan dan pengukuran potensi
diri ini adalah untuk memberikan gambaran kepribadian seseorang, gambaran
kecenderungan seseorang dalam berperilaku, sementara manfaatnya adalah untuk
mengembangkan nature (kepribadian manusia yang terbentuk dari
bawaan/lahir/bakat) dan nurture (kepribadian manusia yang terbentuk karena
pengaruh lingkungan). Sementara metode pengukuran potensi diri dapat dilakukan
melalui diri sendiri (self assessment), melalui feedback dari orang lain dan tes-tes
psikologis seperti tes kecerdasan, tes kepribadian, tes kepemimpinan, tes
kreativitas dll.
Pengembangan potensi
diri tidak semudah dibayangkan. Ada banyak hambatan, baik dari diri sendiri
maupun lingkungan, dan yang paling menghambat biasanya ada dalam diri seperti
ketidakmampuan mengatur diri, nilai pribadi yang tidak jelas, tujuan pribadi
yang tidak jelas, pribadi yang kerdil, kemampuan yang tidak memadai untuk
memecahkan masalah, kreativitas rendah, wibawa rendah, kemampuan pemahaman
manajerial rendah, kemampuan menyelia rendah, kemampuan latih rendah, kemampuan
membina tim rendah.
Oleh krena itu, yang
pertama harus disingkirkan adalah hambatan-hambatan yang ada dalam diri
sendiri. Kemudian untuk dapat mengembangkan potensi diri, perlu diperjelas
dalam pikiran seperti apa yang kita ingin menjadi di masa yang akan datang,
misalnya dengan: menentukan sasaran yang jelas, menentukan cara menilai
keberhasilan, mensyukuri kemajuan waluapun hanya sedikit, berani mengambil
resiko, perkembangan diatur oleh diri sendiri, memanfaatkan setiap kesempatan
yang ada, terbuka untuk belajar dari siapa saja, belajar dari kesalahan dan
selalu bersikap realistis, jangan hanya berbicara, tetapi kerjakan yang kita
ucapkan. Sedangkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk rancangan
pengembangan haruslah tertulis, karena kalau tidak tertulis sama saja dengan
angan-angan bukan tujuan.
Langganan:
Postingan (Atom)
